
Game Mobile Legend telah menjadi salah satu permainan yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja dan muda-mudi. Dalam konteks Islam, muncul berbagai pandangan mengenai hukum bermain game ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana pandangan Islam terkait aktivitas bermain game, serta menyajikan berbagai sudut pandang yang perlu dipertimbangkan.
Sejarah dan Popularitas Mobile Legend
Mobile Legend, yang dikembangkan oleh Moonton, pertama kali diluncurkan pada tahun 2016. Game ini adalah salah satu dari jenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang dapat dimainkan di perangkat mobile. Kepopulerannya di Indonesia bahkan mampu menyaingi game-game PC ternama dan telah melahirkan berbagai komunitas gaming dan eSports.
Faktor Penyebab Popularitas
- Akses kemudahan: Bisa dimainkan di berbagai jenis smartphone.
- Kompetisi: Tersedia turnamen yang menarik bagi penggemar eSports.
- Interaksi Sosial: Memungkinkan pemain berinteraksi dalam tim.
Pandangan Hiburan Islam
Dalam Islam, hiburan tidak dilarang selama tidak menghalangi kewajiban agama dan tetap dalam batasan syariah. Islam mengakui kebutuhan manusia akan hiburan, namun penting untuk menjaga keseimbangan agar tidak lalai dari kewajiban seperti salat, puasa, dan lainnya.
Prinsip Dasar dalam Hiburan
- Non -default: Hiburan tidak dapat membuat default Muslim dari ibadah wajib.
- Tidak berlebihan: Segala sesuatu yang dilakukan terlalu banyak tidak disukai dalam Islam.
- Etika dan Nilai: Permainan harus bebas dari konten yang mengandung kekerasan berlebih, perjudian, atau hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Argumen Pro dan Kontra Bermain Mobile Legend
Argumen Pro
- Pengembangan Strategi dan Kerja Sama: Game ini dapat mengasah kemampuan berpikir strategis dan kerja sama tim.
- Sarana Relaksasi: Mobile Legend bisa menjadi sarana untuk melepas penat dan stress setelah aktivitas sehari-hari.
- Dunia eSports: Menjadi wadah untuk mengasah skill dan mengikuti turnamen profesional.
Argumen Kontra
- Potensi Kecanduan: Bermain game berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Default ibadah: Banyak kasus di mana waktu bermain game mengganggu waktu salat.
- Konten Tidak Sesuai: Beberapa karakter atau narasi dalam game mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Pandangan para sarjana dan fatwa
Fatwa MUI
Hingga saat ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum mengeluarkan fatwa resmi terkait Mobile Legend secara spesifik. Namun, MUI memberikan panduan umum bahwa permainan yang menghasilkan kemudharatan lebih besar daripada manfaatnya tidak dianjurkan.
Pendapat para sarjana
- Bermain dengan Batasan: Sebagian ulama menekankan pentingnya menjadikan permainan hanya sebagai hiburan sekilas.
- Pendidikan dan Pengawasan: Orang tua dianjurkan untuk turut mengawasi aktivitas anak agar tidak sampai pada tingkat kecanduan.
Etika Bermain Game dalam Islam
- Tetapkan Waktu Bermain: Prioritaskan kegiatan wajib sebelum bermain game.
- Hindari Konten Negatif: Pilihlah permainan yang minim unsur kekerasan dan tidak mengandung hal haram.
- Bermain dengan niat baik: Jadikan game sebagai sarana silaturahmi dan pembelajaran jika memungkinkan.
Kesimpulan
Bermain Mobile Legend atau game lainnya, dalam islam, dibolehkan selama tidak bertentangan dengan hukum syariah dan nilai-nilai Islam. Pelaku harus bijak dalam membagi waktu dan menjaga agar aktivitas bermain tidak mengganggu kewajiban seperti ibadah dan tanggung jawab lainnya. Dengan mematuhi prinsip-prinsip ini, seorang muslim dapat menikmati hiburan yang diberkahi dan bebas dari mudharat.
Dengan mempertimbangkan pandangan di atas, setiap individu diharapkan dapat membuat keputusan yang tepat dalam beraktivitas bermain game, termasuk Mobile Legend, sesuai dengan nilai-nilai Islam.